Prospek Kota Walini Cikalong Wetan Bandung

Prospek Kota Walini Cikalong Wetan Bandung

https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-4097876/kemenristekdikti-rencana-bangun-kampus-baru-itb-di-walini

Kemenristekdikti Rencana Bangun Kampus Baru ITB di Walini

Kemenristekdikti Rencana Bangun Kampus Baru ITB di WaliniMenristekdikti Mohamad Nasir di ITB. (Foto: Mochamad Solehudin/detikcom)

Bandung – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi berencana membangun kampus baru Institut Teknologi Bandung (ITB) di kawasan Walini, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Kampus baru tersebut berada di atas lahan seluas 350 hektare.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengungkapkan di lahan tersebut akan dibangun berbagai fasilitas penunjang pendidikan. Mulai dari asrama untuk mahasiswa, pusat riset hingga fasilitas pendukung lainnya.

“(Rencana ini) sudah saya sampaikan ke Presiden untuk pemberian lahan yang seluas kebutuhan untuk pendidikan, mahasiswa, inkubasi, dosen, sehingga satu teritori. Rencananya di Walini dengan lahan 350 hektare,” kata Nasir saat ditemui di kampus ITB, Kota Bandung, Rabu (4/7/2018).

Menurutnya, Presiden Joko Widodo sangat merespons rencana tersebut. Saat ini pihaknya terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak agar pembangunan kampus baru ITB itu dapat terwujud.

“Lahannya ada, kebutuhan lahan kosong ini ke depan kita bisa kerja samakan, semuanya bisa kita dorong. Pak Presiden sudah merespons positif, ini adalah untuk menjadikan ikon pendidikan tinggi global,” tuturnya.

Untuk anggarannya, lanjut Nasir, masih dihitung oleh pihak-pihak terkait. Namun untuk pembebasan lahannya diperkirakan butuh biaya sebesar Rp 350 miliar. Sementara untuk pembangunan fisiknya, dia menambahkan, dapat menggaet investor atau juga menggunakan dana pinjaman.

“Lahan 350 hektare, NJOP sekitar Rp1-Rp2 miliar. (Diperkirakan total) Rp350 miliar tergantung APBN. Nanti pembangunan (fisik) banyak investor yang memberi, bisa (juga) melalui loan (pinjaman),” kata Nasir.

Dia menargetkan rencana tersebut dimulai pada 2019 mendatang. Karena secara prinsip pembangunan kampus baru ITB ini sudah mendapat dukungan dari Presiden Joko Widodo.

“Presiden prinsipnya setuju, kami sudah bicara dengan Menteri Keuangan, Bappenas bagaimana menyiapkan budgetnya. Harapan saya 2019 (lahan) clear. Karena saya sudah mengusulkan 2016,” ujar Nasir.

Rektor ITB Kadarsah Suryadi mengungkapkan rencana pembangunan kampus baru ITB di Walini sudah dibahas sejak 2016. Rencana itu hadir untuk mendorong dan mengantisipasi berbagai tantangan yang dihadapi pendidikan teknik di masa mendatang.

“Mahasiswa pendidikan tinggi kita butuh sarana prasarana, nah kampus ITB di Ganesha hanya 28 hektare, sedangkan UTM (Malaysia) sama-sama teknik itu 1.000 hektare, Thailand 1.100 hektare. Jadi kalau kita mau bersaing, tidak mungkin dengan lahan terbatas. Oleh karena itu Walini sudah disepakati dalam rapat kabinet 23 November 2016 akan ada area untuk ITB,” ucapnya.

Kadarsah menjelaskan saat ini pihaknya sedang menyiapkan masterplan awal. Dalam masterplan tersebut sudah masuk berbagai rencana pembangunan, seperti asrama untuk mahasiswa, dosen dan tenaga lainnya dalam satu kawasan.

“Jadi terintegrasi, kayak pesantren siang malam ada kegiatan,” kata Kadarsah.

Disinggung nasib kampus ITB yang berada di Jalan Ganesha, menurut dia, akan digunakan sebagai kampus utama. “ITB akan menjadi multi kampus, jadi ada ITB Ganesha, sudah ada ITB Jatinangor, Cirebon juga sedang dibangun, nanti di Walini,” ucap Kadarsah.

Walini Dirancang Menjadi Kawasan Ekonomi Khusus

Walini Dirancang Menjadi Kawasan Ekonomi Khusus
Tribunjabar/Muhamad Nandri Prilatama
Menteri BUMN Rini Soemarno meninjau pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung di Walini, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (31/3/2018).

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH- Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Bandung Barat sedang merancang kawasan perkebunan Walini yang berada di Kecamatan Cikalongwetan menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK).

Kawasan tersebut guna mendukung keberadaan Transit Oriented Development (TOD) dari kereta api cepat Jakarta-Bandung.

Pelaksana tugas Kepala Bappelitbangda KBB, Agustina Priyanti, mengatakan konsep KEK sangat mendukung TOD KA cepat yang mengalami perluasan dari 1.270 hektare menjadi 2.800 hektare.

“Memang ada perluasan tetapi tak akan gunakan tanah warga karena areanya masuk di lahan Perkebunan Panglejar dan Maswati. Terpenting, harus memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi di masyarakat KBB,” katanya di Ngamprah, Jumat (10/8/2018).

Kawasan Ekonomi Khusus, lanjut Agustina, akan terbangun wisata terpadu, semisal perdagangan jasa, perkantoran, hotel, hingga perumahan.

Dia juga mengakui akan ada dampak dari KEK ini, yakni harus mengubah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) KBB.

“Saat ini RTRW KBB pakai yang 2012. Sesuai aturan kan per 5 tahun sekali direvisi RTRW itu. Walini ini masuk zona B4 yang merupakan kawasan hijau direvisi menjadi B2 itu perkotaan oleh pemerintah pusat,” ujarnya.

Selain wilayah KBB, Agustina pun menyebut ada wilayah lain yang perlu adanya revisi, seperti Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan sebagian Kabupaten Sumedang yang masuk dalam kawasan perkotaan cekungan Bandung. (*)

 

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Walini Dirancang Menjadi Kawasan Ekonomi Khusus, https://jabar.tribunnews.com/2018/08/11/walini-dirancang-menjadi-kawasan-ekonomi-khusus.
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Tarsisius Sutomonaio

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)